12 KETERAMPILAN DASAR MEMBELAJARKAN (KDM)
12 KETERAMPILAN DASAR MEMBELAJARKAN
1. ARTI 12 KDM
KDM merupakan ajang untuk mempraktikkan empat
kompetensi yaitu kompetensi pedagogis, profesional, kepribadian, dan sosial. .
Keterampilan dasar mengajar berikut diupayakan memberdayakan konesitas
teknologi informasi sehingga memfasilitasi pembelajar untuk bekembang mandiri
Keterampilan mengajar guru (KDM) adalah seperangkat kemampuan/kecakapan guru dalam melatih/membimbing aktivitas dan
pengalaman seseorang serta membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada
lingkungan. Jadi, persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru adalah
penilaian berupa tanggapan/pendapat siswa terhadap kemampuan/kecakapan
guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.
2. TUJUAN 12 KDM
Keterampilan dasar mengajar yang
perlu dikuasai oleh mahasiswa dalam upaya menyiapkan
diri sebagai calon guru yang profesional meliputi keterampilan dasar mengajar terbatas dan keterampilan dasar mengajar
terpadu. Uraian keterampilan dasar mengajar tersebut sebagai
berikut.
3. KOMPONEN 12 KDM
a.
Keterampilan Membuka
Pelajaran
1) Pengertian
Kegiatan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang
memungkinkan siswa siap secara mental untuk mengikuti
kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan ini guru
harus memperhatikan dan memenuhi
kebutuhan pembelajar (need
assesment), serta menunjukkan kepedulian besar
terhadap keberadaan pembelajar.
2) Tujuan
a)
Membuka pelajaran
(1) Menimbulkan perhatian dan memotivasi siswa.
(2)
Menginformasikan cakupan
materi yang akan dipelajari dan batas-batas tugas yang akan dikerjakan siswa.
(3)
Memberikan gambaran
mengenai metode atau pendekatan-pendekatan yang akan digunakan maupun kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan siswa.
(4)
Melakukan apersepsi,
yakni mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari.
(5) Mengaitkan peristiwa aktual dengan materi
baru
3)
Komponen
a)
Membuka pelajaran
(1) Menarik perhatian
siswa
(2) Memotivasi siswa
(3) Memberi acuan
(4) Memberi kaitan (apersepsi)
4)
Prinsip
penggunaan
a) Bermakna
b) Berurutan dan berkesinambungan
b.
Keterampilan Menjelaskan
1) Pengertian
Menjelaskan adalah memberikan informasi
yang diorganisasi secara sistematis kepada
siswa.
2)
Tujuan
a)
Membantu siswa memahami dengan jelas semua permasalahan dalam kegiatan pembelajaran.
b) Membantu siswa untuk memahami
suatu konsep atau dalil.
c) Melibatkan siswa untuk berpikir.
d) Mendapatkan balikan
dari siswa tentang
tingkat pemahamannya.
3)
Komponen
a) Menguasai materi
b)
Menerangkan materi dengan jelas (bahasa mudah dipahami dan tidak berbelit-
belit).
c) Mendemonstrasikan
d)
Berkomunikasi dengan
isyarat, baik verbal maupun non-verbal. Vokal atau suara jelas dan memadai
e)
Menggunakan bahasa yang baik dan
benar
f) Menyajikan suatu penjelasan
g) Kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan balikan.
4) Prinsip penggunaan
a)
Penjelasan dapat diberikan pada awal, tengah, atau akhir kegiatan pembelajaran.
b) Penjelasan harus relevan dengan
tujuan pembelajaran.
c)
Penjelasan dapat
diberikan karena adanya
pertanyaan dari siswa atau telah
direncanakan guru.
d) Materi yang dijelaskan harus bermakna bagi siswa.
e) Penjelasan harus sesuai dengan
kemampuan siswa.
c.
Keterampilan Memberikan Penguatan
1) Pengertian
Penguatan adalah tanggapan guru terhadap perilaku
siswa yang memungkinkan dapat membesarkan hati siswa agar lebih terpacu
dalam interaksi belajar-mengajar.
2)
Tujuan
a) Menumbuhkan perhatian
siswa.
b) Memelihara motivasi
siswa.
c) Memudahkan siswa belajar.
d) Meminimalkan perilaku
negatif dan mendorong tumbuhnya perilaku positif.
3) Komponen
a)
Penguatan
secara verbal
b)
Penguatan
dengan menggunakan mimik dan gerak
badan
c)
Penguatan
dengan cara mendekati
d)
Penguatan
dengan kegiatan yang menyenangkan
e)
Penguatan
berupa simbol dan benda
4) Prinsip penggunaan
a)
Kehangatan dan antusias
b)
Kebermaknaan
c)
Penguatan
dapat ditujukan kepada
siswa tertentu
d)
Penguatan
dapat ditujukan kepada
kelompok siswa tertentu
e)
Penguatan
dilakukan dengan segera
f) Penguatan dilakukan
secara variatif
d.
Keterampilan Menggunakan Media dan Alat Pembelajaran
1) Pengertian
Media dan alat pembelajaran yang diperlukan dalam proses pembelajaran agar siswa memperoleh kemudahan dalam memahami materi
pembel-ajaran.
2)
Tujuan
a) Mempermudah siswa memahami materi
b) Memperlancar jalannya
proses pembelajaran
c) Mengkonkretkan materi
pembelajaran
d) Materi tersimpan
lama dalam ingatan
3)
Komponen
a) Memberdayakan media dan alat pembelajaran yang ada.
b) Memproduksi atau membuat media sendiri.
c) Menggunakan media dan alat pelajaran dalam proses pembelajaran.
4) Prinsip penggunaan
a)
Tepat guna:
media dan alat pembelajaran yang digunakan sesuai
dengan karakter materi
pembelajaran dan kompetensi dasar.
b)
Berdaya guna: media dan alat pembelajaran yang digunakan mampu memotivasi siswa
belajar lebih keras lagi.
e.
Keterampilan Menyusun
Skenario Pembelajaran
1) Pengertian
Langkah-langkah
kegiatan pembelajaran yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam rangka membelajarkan siswa yang
meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
2) Tujuan
a)
Memberikan pedoman urutan kegiatan
pembelajaran
b)
Memberikan pedoman
tentang strategi, teknik, metode, dan media pembelajaran yang akan digunakan.
3)
Komponen
a)
Memilih
metode dan strategi
yang tepat
b)
Membuat
rencana proses pembelajaran
c)
Mengelola
kelas agar kelas dinamis, aktif interaktif, dan partisipatif
d)
Mengorganisasi kelas secara klasikal,
individu, maupun kelompok
e)
Memberi
konsultasi pembelajaran (guru sebagai fasilitator)
4)
Prinsip
penggunaan
Skenario pembelajaran harus sesuai dengan:
a)
karakter materi pembelajaran, dan
b)
kompetensi dasar dan standar kompetensi
f.
Keterampilan Mengadakan Variasi
1) Pengertian
Variasi
dalam kegiatan pembelajaran adalah perubahan yang dilakukan guru dalam kegiatan
pembelajaran yang meliputi
gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, pola interaksi dengan
siswa, dan stimulasi.
2) Tujuan
a) Menjadikan proses
pembelajaran lebih hidup
b) Menjadikan proses
pembelajaran lebih menarik
c) Memotivasi siswa aktif dalam proses pembelajaran
3) Komponen
a)
Variasi dalam gaya mengajar:
suara, pemusatan perhatian, kesenyapan, kontak
pandang, gerakan badan dan mimik, dan pergantian posisi guru.
b)
Variasi dalam pemanfaatan
media pembelajaran baik alat peraga
yang dapat dilihat, didengar,
diraba, dibau, dirasa maupun alat peraga yang dapat dimanipulasi.
c) Variasi pola interaksi, meningkatkan interaksi guru-siswa maupun
siswa-siswa.
d)
Variasi
stimulasi:
(1)
Menerima dan mendukung partisipasi pembelajar dalam kegiatan
pembelajaran
(2)
Memberi
kesempatan pembelajar untuk berpartisipasi
(3)
Mendorong
interaksi kelas
(4)
Mengenal
perilaku siswa sehingga
dapat memberikan stimulasi
secara tepat
4) Prinsip Penggunaan
a) Tepat guna
b) Berdaya guna
c) Tidak berlebihan
g.
Keterampilan Membimbing Diskusi
1) Pengertian
Diskusi adalah suatu proses interaksi verbal secara teratur
yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap
muka yang informal dengan tujuan berbagi pengalaman
atau informasi, mengkonstruksi konsep, mengambil suatu keputusan, atau memecahkan masalah.
2) Tujuan
Membimbing
diskusi kelompok dimaksudkan agar tujuan diskusi kelompok tercapai secara
efisien dan efektif.
3) Komponen
a)
Memusatkan perhatian. Merumuskan tujuan diskusi,
merumuskan kembali masalah,
menandai hal-hal yang penting (relevan) dan tidak penting.
b)
Memperjelas masalah
atau urunan pendapat.
Merangkum, menggali, atau menguraikan secara
detail.
c)
Menganalisis pandangan
siswa. Menandai persetujuan atau ketidak-setujuan dan memperhatikan alasan siswa.
d)
Meningkatkan partisipasi siswa untuk berpendapat. Menimbulkan pertanyaan, menggunakan contoh, menggunakan hal-hal
yang sedang hangat dibicarakan, menunggu,
dan memberi dukungan.
e)
Menyebarkan kesempatan berpartisipasi. Meneliti pandangan, mencegah pembicaraan yang berlebihan, dan menghindari (menghentikan) dominasi.
f) Menutup diskusi.
Merangkum, menilai, dan membuat simpulan
4) Prinsip penggunaan
a) Diskusi berlangsung secara terbuka,
b)
Perlu perencanaan dan persiapan yang baik, seperti
pemilihan topik yang relevan,
perencanaan atau penyiapan informasi pendahuluan, penetapan besar kelompok,
c) Pemilihan topik diskusi yang relevan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran
h.
Keterampilan Mengelola Kelas
1) Pengertian
Mengelola
kelas adalah menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal bagi siswa dan mengembalikan ke kondisi
belajar yang optimal apabila terdapat gangguan dalam proses pembelajaran.
2)
Tujuan
a)
Mendorong siswa
mengembangkan tanggung jawab individual
terhadap tingkah lakunya
b) Membantu siswa mengerti arah tingkah laku yang sesuai
c)
Menimbulkan rasa ingin
(sense of responsibility) untuk melibatkan
diri dalam tugas dan bertingkah laku yang wajar dan
sesuai.
3)
Komponen
a)
Keterampilan untuk
menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini terkait
dengan kemampuan guru untuk berinisiatif dan mengendalikan kegiatan
pembelajaran sedemikian sehingga
berjalan secara optimal,
efisien, dan efektif. Keterampilan yang perlu dikuasai guru adalah:
(1) menunjukkan sikap tanggap
(2) membagi perhatian
(3) memusatkan perhatian
kelompok
(4) menuntut tanggung
jawab siswa
(5) memberikan petunjuk
yang jelas
(6) menegur siswa
(7) dan memberikan penguatan
b)
Keterampilan untuk
mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini terkait dengan tanggapan guru terhadap gangguan siswa yang
berkelanjutan dengan tujuan untuk
mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Keterampilan yang perlu dikuasai
siswa adalah:
(1) memodifikasi tingkah
laku
(2) pengelolaan kelompok
(3) menemukan dan memecahkan tingkah
laku yang menimbulkan masalah.
4) Prinsip penggunaan
(a)
Kehangatan, antusias,
bervariasi, keluwesan, menekankan pada hal-hal positif, penanaman disiplin
(b)
Perlu dihindari: campur
tangan yang berlebihan, ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan, berkepanjangan (bertele-tele), dan
pengulangan penjelasan yang tidak perlu
i.
Keterampilan Bertanya
1) Pengertian
Bagaimana guru menyampaikan pertanyaan kepada siswa dalam proses pembelajaran, baik pertanyaan dasar maupun pertanyaan lanjut.
2) Tujuan
Pengajuan
pertanyaan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan agar siswa memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan
berpikir siswa. Pentingnya keterampilan bertanya dikuasai
guru adalah:
a) Mengurangi dominasi
guru (teacher oriented) dalam kegiatan pembelajaran.
b) Mendorong keberanian siswa berpendapat.
c) Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan
pembelajaran.
d)
Mengarahkan kegiatan
pembelajaran agar sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditentukan.
3)
Komponen
a) Pertanyaan diajukan secara jelas
b) Pertanyaan memancing pendapat atau keaktifan pembelajar
c) Pemberian acuan
d) Pemusatan
e) Pemindahan giliran
f) Penyebaran
g) Pemberian waktu berpikir
h) Pemberian tuntuan
i) Pengubahan tingkat kognitif dalam pertanyaan
j) Pengaturan urutan pertanyaan
k) Penggunaan pertanyaan pelacak
l) Peningkatan terjadinya interaksi
4)
Prinsip
penggunaan
a) Kehangatan dan antusias
b) Perlu dihindari:
(1) Mengulangi pertanyaan sendiri
(2) Mengulangi jawaban
siswa
(3) Menjawab pertanyaan sendiri
(4) Mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban
serentak
(5) Pertanyaan ganda
(6) Menentukan siswa
yang menjawab sebelum
pertanyaan diajukan
j.
Keterampilan Mengevaluasi dan Merefleksi
1) Pengertian
Evaluasi
adalah proses sistematis untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi suatu kegiatan
pembelajaran.
2)
Tujuan
Mengetahui
penguasaan kompetensi yang telah dimiliki oleh siswa sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
3) Komponen
a)
Menggunakan berbagai
bentuk tagihan, seperti
pertanyaan lisan, kuis, tugas rumah, ulangan, tugas individual, tugas
kelompok, portofolio, unjuk kerja atau keterampilan
motorik, dan pengukuran afektif yang mencakup minat, sikap, dan motivasi
belajar.
b)
Bentuk instrumen yang
dapat dipilih diantaranya adalah pilihan ganda, uraian objektif, menjodohkan, dan sebagainya.
4) Prinsip penggunaan
a)
Melakukan tes awal (pretes), tes proses (selama pembelajaran
berlangsung), dan tes akhir (postes).
b)
Mengembangkan alat evaluasi KBK, misalnya evaluasi
5 P: paper and pencils, portofolio, performance, project, dan product.
c) Menggunakan alat evaluasi.
d)
Menganalisis hasil evaluasi.
e)
Memberikan tindak lanjut dari hasil evaluasi.
f)
Langkah-langkah dalam melakukan evaluasi
pembelajaran adalah sebagai
berikut.
(1)
Menetapkan standar kompetensi dan kemampuan dasar
yang ingin dicapai.
(2)
Memilih
materi pembelajaran.
(3)
Merumuskan indikator yang mengacu
pada kemampuan dasar.
(4)
Membuat butir-butir soal berdasarkan indikator
dan memperhatikan kaidah-
kaidah penulisan soal.
k. Membimbing
Diskusi Atau Aktivitas Pembelajaran Lainnya
1)
Pengertian
Diskusi kelompok kecil suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok
orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau
informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Peserta didik
berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil dibawah pengawasan guru atau temannya
untuk berbagai informasi, pemecahan masalah, atau pengambilan keputusan
2)
Tujuan
Diskusi memungkinkan siswa:
1.
Berbagi informasi dan pengalaman dalam
memecahkan masalah.
2.
Menimgkatkan pemahaman terhadap masalah
penting.
3.
Meningkatkan keterlibatan dalan
perencanaan dan pengambilan keputusan.
4.
Mengembangkan kemampuan berfikir dan
berkomunikasi.
5.
Membina kerja sama yang sehat, kelompok
yang kohesif, dan bertanggung jawab
3)
Komponen
a. Memusatkan
perhatian
1.
Merumuskan tujuan diskusi secara jelas.
2.
Merumuskan kembali masalah.
3.
Menandai hal-hal yang tidak relevan,
jika terjadi penyimpangan.
4.
Merangkum hasil pembicaraan pada
saat-saat tertentu.
b. Memperjelas
masalah atau urunan pendapat
1)
Menguraikan kembali atau merangkum
urunan pendapat peserta.
2)
Mengajukan pertanyaan pada anggota
kelompok tentang pendapat orang lain.
3)
Menguraikan gagasan anggota kelompok
dengan tambahan informasi.
c. Menganalisis
pandangan siswa
1)
Meneliti apakah alasan yang dikemukakan punya dasar yang kuat.
2)
Memperjelas hal-hal yang disepakati dan yang tidak disepakati.
d. Meningkatkan
urunan siswa
1)
Mengajukan pertanyaan kunci yang menantang mereka untuk berfikir.
2)
Memberi contoh pada saat yang tepat.
3)
Menghangatkan suasana dengan mengajukan pertanyaan yang mengandung perbedaan
pendapat.
4)
Memberi waktu untuk berfikir.
5)
Mendengarkan dengan penuh perhatian.
e. Menyebarkan
kesempatan berpartisipasi
1)
Memancing pendapat peserta yang enggan berpartisipasi.
2)
Memberikan kesempatan pertama kepada siswa yang enggan berpartisipasi.
3)
Mencegah secara kebijaksanaan peserta yang suka memonopoli pembicaraan.
4)
Mendorong mahasiswa untuk mengomentari pendapat temannya.
5)
Meminta pendapat siswa jika terjadi jalan buntu.
1.
f. Menutup diskusi dengan cara:
1)
Merangkum hasil diskusi.
2)
Memberikan gambaran tindak lanjut.
3)
Mengajak para siswa menilai proses diskusi yang telah berlangsung.
l.
Pembelajaran Daring
1).
Pengertian
Pembelajaran daring
sederhananya dapat diartikan sebagai sebuah sistem kegiatan pembelajaran yang
dilakukan tanpa melalui tatap muka secara langsung melainkan melalui jaringan
internet. Kusumawardani menyebut pembelajaran daring sebagai bagian
dari E-Learning atau
pembelajaran elektronik. E-Learning menurutnya
merujuk pada sebuah proses pembelajaran yang memanfaatkan Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) sebagai mediumnya. E-Learning merupakan
hasil integrasi yang sistematis atas komponen-komponen pembelajaran yang tetap
memperhatikan mutu, sumber belajar, serta berciri khas adanya interaksi
pembelajaran (engagement) lintas waktu juga
ruang.
2). Tujuan
Tujuan pembelajaran daring adalah memudahkan komunikasi penyampaian
materi ajar dalam bidang pendidikan yang dilakukan jarak jauh
3). Prinsip
Prinsip-prinsip pembelajaran daring tersebut diterapkan dalam lima
aspek proses pembelajaran daring, yaitu perancangan pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, strategi pengantaran/penyampaian, media dan
teknologi pembelajaran, serta layanan bantuan belajar.
4). KOMPONEN
PEMBELAJARAN DARING
1.
Keterampilan Komunikasi
Sebagian besar
komunikasi Anda mungkin terjadi secara daring. Ketika Anda percaya diri dalam
media ini, Anda secara otomatis beradaptasi dengan kurangnya isyarat visual
yang dapat menjebak komunikator yang kurang terampil. Anda mengontrol bahasa,
nada dan gaya untuk memastikan peserta didik mendengar Anda dengan keras dan
jelas, pertama kali Anda mengirim email kepada mereka atau memposting
pengumuman kursus daring. Pembelajaran daring tidak punya waktu untuk
mengklarifikasi hal-hal yang sama berulang kali. Jadi Anda hrus dengan cepat
melatih diri Anda untuk menjadi komunikator yang jelas dan terarah.
2.
Kasih Sayang Dan Empati
Siswa daring
sering kali lebih mudah membuka diri tentang hambatan belajar mereka di
lingkungan virtual. Anda mungkin menemukan bahwa siswa Anda memberi tahu Anda
beberapa informasi pribadi dan rahasia yang mengejutkan. Ketika seorang siswa
menceritakan kepada Anda tentang Peristiwa kehidupan yang signifikan, itu
berarti mereka mempercayai Anda dan di sinilah kemampuan Anda untuk berbelas
kasih berperan. Ketika seorang siswa melewatkan tenggat waktu bukan karena
mereka tidak teratur, tetapi karena hal lain yang membuat mereka telah keluar,
atau memiliki keadaan darurat, pembelajaran daring memaksa Anda untuk
memanfaatkan empati Anda, dan memberi mereka waktu untuk menenangkan diri
seperti ini istirahat.
3.
Kesabaran
Pengajar yang
menjalankan metode pembelejaran daring telah secara efektif mendaftar untuk
kursus pembelajaran seumur hidup yang tidak pernah berakhir. Bagaimana Menjadi
Lebih Sabar? Ini adalah hal yang sulit bagi kebanyakan orang dan juga pengajar.
Bukan hanya siswa yang merasa bentuk komunikasi selang waktu ini membuat
frustrasi. Pengajar juga mengalami hal yang sama! Jadi baik siswa maupun
pengajar, harus belajar bersabar sebagai bagian dari proses ini. Ketika
kemampuan Anda untuk bersabar berkembang, menjadi lebih mudah untuk menjadi
sedikit lebih lembut dengan siswa Anda. Terkadang siswa Anda begitu cemas atau
kewalahan, sehingga mereka benar-benar tidak dapat memahami apa yang menurut
Anda merupakan tugas yang sangat sederhana. Penjelasan yang sabar atau contoh
yang relevan dapat membantu mereka membuat terobosan yang mereka butuhkan.
4.
Keahlian Mata Pelajaran
Saat Anda
mengajarkan suatu topik, keahlian Anda di bidang tersebut secara otomatis
meningkat bahkan jika Anda sudah memiliki pemahaman yang baik tentang subjek
tersebut sejak awal.
5.
Manajemen Waktu
Lihatlah rekam
jejak Anda untuk membuat tenggat waktu. Karena mengajar daring telah membantu
menyempurnakan keterampilan Anda di bidang ini ke tingkat yang baru. Manajemen
waktu sangat penting untuk Anda lakukan untuk memastikan proses pembelajaran
ini untuk berlangsung lebih baik bagi pelajar dan juga bagi Anda sebagai
pengajar.
m. Keterampilan Menutup Pelajaran
1)
Pengertian
Kegiatan menutup pelajaran adalah
kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pembelajaran. Kegiatan membuka dan menutup pelajaran
tidak mencakup kegiatan
rutin yang dilakukan
guru seperti mengucapkan salam, mengisi daftar
hadir, menyiapkan alat peraga, dan sebagainya
2) Tujuan
a.
Menutup
pelajaran
i.
Mengetahui tingkat
keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran.
ii.
Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
iii.
Membuat rantai kompetensi antara materi sekarang
dan pelajaran yang akan datang.
3)
Komponen
a.
Menutup
pelajaran
i.
Meninjau
kembali materi yang telah dipelajari siswa
ii.
Mengevaluasi hasil belajar siswa
iii.
Membuat
simpulan atau ringkasan materi
iv.
Memberikan tugas yang signifikan (sesuai, bermakna, dan bermanfaat)
4)
Prinsip
penggunaan
a.
Bermakna
b.
Berurutan
dan berkesinambungan
4.PRINSIP PENGGUNAAN 12 KDM
1. Menguasai Isi Pembelajaran/ Pengajaran
Berdasarkan hukum yang pertama dalam teori “Tujuh Hukum
Mengajar” dari John Milton Gregory berbunyi: “Guru harus mengetahui apa yang diajarkan.”
Jika teman-teman pendidik mengetahui dengan jelas inti
pelajaran yang akan disampaikan di kelas, tentu kita dapat meyakinkan siswa
dengan wibawa, sehingga siswa percaya apa yang dikatakan oleh teman-teman
pendidik, bahkan merasa tertarik terhadap pelajaran yang kita bawakan.
2. Utamakan Susunan yang Sistematis
Pengajaran yang tidak bersistem bagaikan sebuah lukisan
yang semerawut, tidak memberikan kesan yang jelas bagi orang lain.
Tidak adanya inti, tidak tersusun, tidak sistematis, akan sulit dipahami dan
sulit diingat oleh siswa kita. Oleh sebab itu, inti pengajaran yang akan
disampaikan oleh teman-teman pendidik harus disusun dengan teratur dan
sistematis.
3. Banyak Menggunakan Contoh Kehidupan
Pada saat mengajar, teman-teman pendidik sebaiknya menggunakan
contoh atau perumpamaan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh dalam kehidupan
sehari-hari adalah jembatan antara kebenaran ilmu dan dunia nyata. Selain
itu, ajak siswa untuk selalu memikirkan solusi dari masalah-masalah dalam
kehidupan sehari-hari.
4. Mampu Menggunakan Bentuk Cerita
Bentuk cerita tidak hanya diutarakan dengan kata-kata,
namun juga boleh dicoba dengan menambahkan gerakan-gerakan, yang mampu
memperdalam kesan pada siswa kita.
5. Melibatkan Panca Indra Peserta Didik
Penggunaan bahan pengajaran yang berbentuk audio visual
berarti menggunakan panca indera siswa.
Ensiklopedia adalah buku yang sering dipakai oleh para
ilmuwan, namun di dalamnya terdapat banyak penjelasan yang menggunakan
gambar-gambar. Itu berarti bahwa para ilmuwan pun perlu bantuan gambar untuk
mengadakan penelitian.
Para ahli pernah mengadakan catatan statistik selama 15
bulan, sebagai hasilnya mereka mendapatkan persentase dari isi pelajaran yang
masih dapat diingat oleh siswa. Bagi siswa yang hanya tergantung pada indera
pendengaran saja masih dapat mengingat 28%, sedangkan bagi siswa yang
menggunakan indera pendengaran ditambah dengan indra penglihatan dapat
mengingat 78%.
6. Melibatkan Siswa Dalam Pembelajaran
Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran dapat menambah
ingatan, motivasi, dan kegemaran mereka. Cara itu dapat menghilangkan
kesalahpahaman yang mungkin terjadi ditengah pertukaran pikiran antara
teman-teman pendidik dengan siswa, selain mengurangi tingkah laku yang
mengacaukan suasana kelas.
Misalnya, biarkan siswa menggunakan kata-katanya sendiri
untuk menjelaskan argumentasi atau pendapatnya, biarlah siswa menggali dan
menemukan hubungan antar konsep yang berbeda, biarlah siswa bergerak sebentar
di dalam kelas. Jika siswa sibuk melibatkan diri dengan pelajaran, maka tidak
ada peluang lagi untuk mengacaukan atau membuat ulah di dalam kelas ketika
proses pembelajaran berlangsung.
7. Menguasai Psikologis Siswa
Teman-teman pendidik yang ingin memberikan pelajaran yang
sesuai dengan kebutuhan siswa, tentu harus memahami perkembangan jiwa siswa
kita pada setiap usia. Teman-teman pendidik juga harus mengetahui dengan jelas
kebutuhan dan masalah pribadi mereka. Syarat utama untuk komunikasi timbal
balik antara guru dengan siswa adalah adanya pengertian diantara kedua belah
pihak. Komunikasi yang baik dapat membuat penyaluran pengetahuan menjadi lebih
efektif.
8. Gunakanlah Cara Mengajar yang Hidup, Menarik, dan
Bervariasi
Sekalipun memiliki cara mengajar yang baik, namun cara
mengajar tersebut tidak pernah diubah, maka hal tersebut akan membuat siswa
merasa jemu. Cara yang terbaik adalah menggunakan cara mengajar yang bervariasi
dan fleksibel untuk menambah kesegaran siswa di dalam kelas.
9. Menjadikan Diri Sendiri Sebagai Teladan
“Mari guru berhenti memberi contoh, tapi menjadi contoh.”
–Prof. Arief Rachman.
Masalah umum para guru adalah dapat berbicara, namun
tidak dapat melaksanakan. Cara mengajar yang efektif adalah teman-teman
pendidik sendiri sebaiknya mampu menjadikan diri sebagai teladan hidup untuk
menyampaikan kebenaran, dan itu merupakan cara yang paling berpengaruh untuk
siswa-siswa kita di kelas. Karena kewibawaan seseorang terletak pada
keselarasan antara teori dan praktik. Oleh karena itu, teman-teman pendidik
dapat menerapkan kebenaran yang diajarkan pada kehidupan pribadi, maka kita pun
memiliki wibawa untuk mengajar di kelas.
10. Mengenal dengan Jelas Sasaran Dalam Pembelajaran
Pengajaran yang jelas sasarannya membuat siswa melihat
dengan jelas inti dari pokok pelajaran itu. Mereka dapat menangkap seluruh
liputan pelajaran, bahkan mengalami kemajuan dalam proses belajar. Empat macam
ciri khas yang harus diperhatikan pada saat memilih dan menuliskan sasaran
pengajaran:
1. Inti dari sasaran harus disebutkan dengan jelas.
2. Ungkapan penting dari sasaran harus bertitik tolak dari konsep siswa.
3. Sasaran harus meliputi hasil belajar.
4. Hasil sasaran yang dapat dicapai.
Menurut saya cakupan materinya sudah cukup sesuai, manun format penulisannya kurang rapi.
BalasHapusSemangat mbak Lia
Nilai 4